23.03
Platelet/trombosit berperan penting pada proses hemostasis primer, dimana tidak hanya terjadiproses aggregasi, namun juga proses adhesi antara platelet/trombosit dengan endotel yang
diperantarai oleh kolagen dan vWF.
PFA-100/INNOVANCE PFA-200 menggunakan prinsip penilaian fungsi platelet/trombosit yang
mendekati keadaan in vivo dimana terdapat kondisi sebagai berikut:
1. darah dialirkan dengan tekanan (high shear force)
2. darah dialirkan pada pipa (dalam test cartridge) untuk melalui suatu lumen berukuran
mikro, diumpamakan sebagai lumen pada pembuluh darah
3. proses adhesi platelet/trombosit distimulasi dengan adanya collagen
4. proses aggregasi antarplatelet/trombosit distimulasi dengan adanya EPI atau ADP
5. penilaian fungsi platelet/trombosit dinilai melalui waktu yang dibutuhkan oleh
platelet/trombosit pasien dalam membentuk clot yang dapat menghentikan aliran darah
pada pipa dalam test cartridge
PFA-100/INNOVANCE PFA-200 dengan Bleeding Time
Bleeding Time adalah metode yang paling pertama digunakan untuk menguji fungsi
platelet/trombosit. Bleeding time memiliki keunggulan karena dilakukan secara in vivo dan relatif
murah. Namun uji ini memiliki kelemahan dalam hal pelaksanaannya dimana variasinya besar
oleh hal-hal yang tidak berhubungan langsung seperti jenis kelamin, ketebalan dan temperature
kulit, sangat bergantung kepada kemampuan analis, dan prosedur pelaksanaan yang bervariasi
di berbagai lab uji. Bleeding Time juga memiliki reprodusibilitas, sensitivitas dan spesifisitas
yang rendah, dan juga bersifat invasif sehingga dengan beberapa alasan tersebut, Bleeding
Time tidak lagi direkomendasikan.1
PFA-100/ INNOVANCE PFA-200 memiliki sensitivitas 90.8% lebih baik dalam menilai fungsi
hemostasis primer dibandingkan Bleeding Time.2
PFA-100/INNOVANCE PFA-200 juga merupakan metode untuk menilai fungsi platelet/trombosit
yang direkomendasikan oleh Guideline British Journal of Hematology dalam investigasi kelainan
fungsi platelet/trombosit bawaan.1
Page 2 of 6
PFA-100/INNOVANCE PFA-200 dengan Aggregasi Platelet/trombosit
Aggregasi platelet/trombosit merupakan salah satu metode pemeriksaan fungsi
platelet/trombosit yang bersifat lebih spesifik dan berprinsip dengan menginduksi agregasi
platelet/trombosit menggunakan berbagai macam agonis.
Untuk jenis Light Transmitted Aggregometry (LTA), reaksinya dibaca melalui kekeruhan
(metode optik) yang ditimbulkan akibat aggregasi trombosit yang diinduksi oleh agonis.
Sementara aggregasi platelet/trombosit yang menggunakan whole blood mungkin lebih baik
daripada LTA karena tidak menggunakan PRP sehingga diharapkan dapat mengurangi variasi
hasil akibat preparasi, sampel lebih sesuai dengan kondisi aslinya, dan pengerjaannya lebih
cepat.3
Beberapa kelemahan dari aggregometri platelet/trombosit salah satunya adalah sulitnya
standarisasi dalam pelaksanaannya sehingga hasil pelaporannya bervariasi antarlaboratorium
uji.1 Dari prinsip reaksi, aggregasi platelet/trombosit menilai kemampuan beragregasi saja,
namun tidak dapat menilai kemampuan adhesi platelet yang sangat berperan juga pada proses
pembentukan clot pada pembuluh darah.
Khusus PFA-200 INNOVANCE P2Y, pemeriksaan respon pemberian P2Y12 inhibitor (misalnya
Clopidogrel) lebih spesifik dibandingkan LTA ataupun WB Aggregometri dengan agonis ADP
karena INNOVANCE P2Y selain bekerja dengan ADP, juga memiliki PGE1 yang berguna untuk
menghambat reseptor P2Y1 yang juga bereaksi dengan ADP4. INNOVANCE P2Y lebih spesifik
untuk menilai penghambatan yang dilakukan oleh obat pada reseptor P2Y12 platelet/trombosit.
Gambar 1. Ilustrasi cara kerja ADP pada reseptor P2Y dan P2Y125
Page 3 of 6
PFA-100/INNOVANCE PFA-200 dengan VerifyNow
Kelainan platelet/trombosit dapat disebabkan oleh kelainan bawaan (herediter) atau karena
obat yang menghambat fungsi platelet/trombosit (antiplatelet/trombosit).
Benefit:
VerifyNow mengkhususkan untuk menilai respon pengobatan antiplatelet baik dari golongan
Aspirin, P2Y12 inhibitor, maupun GP IIb/IIIa inhibitor, sementara PFA-200 dapat digunakan
tidak hanya untuk menilai respon pemberian Aspirin, P2Y12 inhibitor, maupun golongan
antiplatelet lainnya namun juga untuk mendeteksi kelainan platelet/trombosit bawaan yang bisa
saja terjadi pada pasien.
Prinsip Kerja:
VerifyNow menggunakan prinsip menyerupai LTA dengan pembacaan optik sementara PFA-
200 menilai fungsi platelet/trombosit secara keseluruhan dan lebih dinamis menyerupai kondisi
in vivo.
Preparasi Sampel:
Baik VerifyNow ataupun PFA-100/INNOVANCE PFA-200 memperhitungkan pengaruh jumlah
platelet/trombosit dan nilai HT dalam validitas hasilnya, selayaknya pemeriksaan hitung
platelet/trombosit dan HT% juga dilakukan sebagai salah satu prosedur uji untuk menjamin
validitas hasil pemeriksaan fungsi platelet/trombosit.4,5
Proses QC:
Quality Control pada PFA-200 menggunakan 2 cara4, yaitu:
1. QC untuk sistem, dilakukan setiap hari pada saat alat dinyalakan.
Proses QC ini disebut dengan “Self Check” untuk mengetahui sistem alat berfungsi
dengan baik, mulai dari penetesan Trigger Solution, proses priming, vakum dan deteksi
kebocoran vakumnya. Proses ini menggunakan vacuum cup yang dapat dipakai ulang
dan trigger solution serta target paper untuk mengontrol kondisi alat.
2. QC untuk cartridges dan sistem secara keseluruhan, disarankan dilakukan seminggu
sekali atau sesuai ketentuan laboratorium atau peraturan yang berlaku.
QC dilakukan menggunakan darah satu sampel donor sehat yang diuji dua kali
menggunakan catridge sejenis. Bila kedua hasilnya berada di rentang normal (untuk
Page 4 of 6
cartridge Col/EPI dengan CV% di bawah 15%) atau dibawah nilai cut off (untuk cartridge
INNOVANCE P2Y), maka sistem berfungsi dengan baik.
PFA-200 melakukan QC baik untuk sistem mekanik alat maupun sistem secara keseluruhan
menggunakan sampel darah manusia, yaitu materi yang sama yang digunakan untuk uji
sampel pasien. Tidak ada material kontrol buatan atau pabrikan untuk menilai fungsi
platelet/trombosit secara nyata karena sifat platelet/trombosit yang labil dan mudah
beraggregasi.
Quality Control pada VerifyNow menggunakan sistem EQC dan WQC5. EQC nampak serupa
dengan QC system pada PFA-200, sementara WQC tidak jelas komposisi material
kontrolnya dan bukan menggunakan materi yang sama yang digunakan untuk sampel pasien.
Proses pengerjaan4,5:
• VerifyNow serupa seperti alat diagnostik lainnya memiliki beberapa kemungkinan untuk
dilakukan pengulangan sampel, hal ini ditulis jelas pada insert package bagian “Test
Limitation” bilamana nilai hasil diluar batas yang diharapkan maka diharuskan
mengulang test dengan sampel dan tes kit yang baru.
• VerifyNow harus menggunakan satu tabung penuh sampel untuk satu kali
pemeriksaan, sementara PFA-100/INNOVANCE PFA-200 hanya menggunakan 800 ul
darah utuk satu kali test.
• Bilamana dibutuhkan pengulangan, PFA-100/INNOVANCE PFA-200 tidak perlu
mengambil sampel lagi dari pasien. Catatan: bila ingin dilakukan pengulangan
sebaiknya dilakukan sebelum 4 jam dengan kondisi penyimpanan yang sesuai.
Interferensi Pemeriksaan4,5:
• Pada pemeriksaan respon Aspirin maupun P2Y12 inhibitor, baik VerifyNow maupun
PFA-100/ INNOVANCE PFA-200 sama-sama terinterferensi oleh Gb IIb/IIIa inhibitor,
Cilostazol, dan beberapa obat-obatan tertentu.
• Kejelasan informasi mengenai zat penginterferensi lebih jelas dinyatakan kadarnya
pada insert package cartridge PFA-100/INNOVANCE PFA-200 (Col/EPI, Col/ADP
maupun INNOVANCE P2Y) dibandingkan informasi pada insert package VerifyNow,
artinya pengguna diberikan informasi yang lebih jelas dan tidak mengambang.
Page 5 of 6
Interpretasi Hasil:
Hasil pada PFA-100/INNOVANCE PFA-200 dinyatakan dalam detik yang menggambarkan
waktu yang dibutuhkan oleh sampel membentuk clot yang dapat menutup aperture pada lumen
cartridge. Nilai rujukan ataupun cut off untuk PFA tersedia sesuai dengan penggunaannya
(menggunakan tabung 3,2% Na Citrate)4,6:
1. Untuk skrining fungsi platelet/trombosit pada orang normal:
Col/EPI : 82 – 150 detik
Col/ADP : 62 – 100 detik
2. Untuk melihat respon pemberian Aspirin7:
Col/EPI : >173 sec
Col/ADP : <100 sec
Setelah loading dose 325 mg, 15-30 menit sesudah; atau 80mg sehari sekali selama
minimal 7 hari berturut-turut
3. Untuk melihat respon pemberian P2Y12 inhibitor:
Innovance PFA P2Y : <106 sec
Setelah loading dose 600 mg, 6-24 jam sesudah; atau 75mg sehari sekali selama
minimal 7 hari berturut-turut.
• Pengulangan sampel pada PFA dilakukan hanya bila hasil yang diperoleh ternyata tidak
sesuai dengan yang diharapkan. Pengulangan dilakukan sebanyak maksimal 2 kali dengan
algoritma yang jelas untuk memudahkan interpretasi oleh pengguna maupun klinisi.
• VerifyNow tidak memberikan keterangan yang jelas pada insert packagenya mengenai
bagaimana menginterpretasi hasil bila dibutuhkan proses pengulangan, padahal
menyarankan melakukan pengulangan bila hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.
Presisi dan lot-to-lot presisi (CV%) PFA-100/INNOVANCE PFA-200 untuk cartridge Col/EPI dan
Col/ADP adalah ≤10%, untuk INNOVANCE PFA P2Y presisi menggunakan 525 pengulangan
diperoleh CV% ≤10% dan between run (antara menit ke-30 dan menit ke-240) adalah 7.7%4,6.
Rekomendasi penggunaan:
1. British Journal of Haematology dalam Guidelines for the laboratory investigation of heritable
disorders of platelet function merekomendasikan PFA-100/INNOVANCE PFA-200 sebagai
salah satu test yang bermanfaat.1
Page 6 of 6
2. 2012 ACCF/AHA Focused Update of the Guidelines for the Management of Patients with
UA/NonSTEMI merekomendasikan pemeriksaan respon pemberian antiplatelet golongan
P2Y12 (semua jenis metode) sebagai kategori IIb untuk pasien pasca ACS ataupun PI,
yaitu bermanfaat untuk dilakukan bila risiko untuk tidak dilakukannya lebih besar.8
Referensi:
1. Harrison P, Mackie I, Mumford A, Briggs C, Liesner R, Winter M, Machin S, British
Committee for Standards in Haematology. Guidelines for the laboratory investigation of
heritable disorders of platelet function. 2011. British J of Haem, 155, 30-4.
2. Koscielny J, Ziemer S, Radtke H. A practical concept for preoperative identification of
petients with impaired primary hemostasis. 2004. Clin Appl Thromb Hemos. 10(3):195-204.
3. Anonim. http://www.chronolog.com/WBADV.HTM. Diunduh 13 Feb 2014; 1:58 PM.
4. Siemens. Insert package of INNOVANCE P2Y. May 2012.
5. Accumetrics. VerifyNow P2Y12 Test – Instruction for Use. Apr 2011.
6. Siemens. Insert package of Dade PFA Collagen/EPI and Dade PFA Collagen/ADP. Oct
2012.
7. Campbell CL et al. Variability in response to aspirin: do we understand the clinical relevance?
Journal of thrombosis and haemostasis .2005;3:665-9
8. Anonim. 2012 ACCF/AHA Focused Update of the Guideline for the Management of Patients
with Unstable Angina/Non–ST-Elevation Myocardial Infarction. J American Col of Cardio,
Vol. 60, No. 7, 2012.
0 komentar:
Posting Komentar