Tri Patmasari

Walau bagaimanapun juga, Keluargamu,sahabatmu merupakan orang yang telah berjasa membangunkanmu dari keterpurukan, menghiburmu saat senang maupun susah. Begitu berartinya mereka, dikala engkau takkan bisa melihat wajahnya lagi.

Tri Patmasari

Masa lalu sudah lewat, tak akan kembali lagi, masa depan itu belum terjadi jadi kita tak tahu apa yang terjadi dan akhirnya hanya berangan berharap sesuatu, tapi di masa kinilah, kita harus menentukan dan membuat keputusan terhadap diri kita.

Tri Patmasari

Jika ada makanan sehat dan menyehatkan serta berbiaya murah, mengapa harus memilih makanan enak tapi tidak menyehatkan.

Tri Patmasari

Orang miskin akan membayar dengan seluruh hartanya untuk kesehatan. Dan orang kaya akan membayar dengan seluruh hartanya untuk kesehatan. Lalu berapakah harga dari sebuah kesehatan?

Tri Patmasari

Ribuan hari dengan tubuh sehat selalu membuat manusia melupakan pentingnya kesehatan. Dan satu satu hari dengan penyakit, selalu mampu membuat manusia tersadar.

Rabu, 09 April 2014

SERUM PROTEIN ELECTROPHORESIS (SPE) -TRI

SERUM PROTEIN ELECTROPHORESIS (SPE)

Electroforesis pertama kali dikenalkan oleh Tiselius,tahun 1930. selanjutnya berkembang  untuk menentukan protein serum dan urine.
Elektroforese merupakan  teknik pemisahan beradasarkan pergerakan molekul bermuatan dalam suatu medan listrik.dimana percepatan pergerakan molekul tergantung dari muatan, bentuk serta
 ukuran.pemeriksaan yang berguna untuk pemisahan dan mengukur kadar makromolekul (protein)


Elektroforesis protein serum merupakan sejenis investigasi  untuk menganalisa atau menegaskan kondisi inflamasi atau infeksi yang tidak diketahui klinisi.
Elektroforesis menjadi sarana penting untuk mendiagnosa dan mengambil tindakan follow-up sejumlah penyakit akut, khususnya gammopati monoklonal berat dan imunodefisiensi.

Gambar berikut  ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk pemeriksaan SPE

Komponen komponen Elektroforese :
- Dapar/Buffer
- Media gel agarosa
- Media selulosa asetat
- Power suply unit
- Pewarna Protein
- Densitometer

Power suply unit Menghasilkan energi pada kedua elektroda pergerakan dan pemisahan molekul protein.Tegangan dan besar arus dapat dikendalikan.
Pewarna Protein
Panceou red
amido black
Coomassie blue

Contoh hasil pewarnaan menggunakan cat amido black
 

DENSITOMETER







Alat pengukur kuantitas berdasarkan intensitas warna pita pada elektroforese, saat media pendukung
melalui sistem optik yang bekerja seperti fotometer








Prinsip Dasar Elektroforese
Tergantung pada :
A. Muatan partikel
B. Kecepatan migrasi.

A. Muatan :
Partikel bermuatan, dalam media pendukungnya, bila terpapar dengan medan listrik, akan bergerak  kearah elektroda yang berlawanan. Molokul protein bersifat ampoter. Bila protein berada pada lingkungan pH dibawah titik isoelektrisnya maka protein akan bermuatan positip dan sebaliknya. Pada pH isoelektrik protein tidak bermuatan listrik atau muatannya nol

B. Kecepatan Migrasi.
Kecepatan migrasi protein tergantung pada :
1.Kekuatan medan listrik : Makin besar perbedaan muatan neto maka makin cepat gerakan.
2.Ukuran molekul : Makin kecil molekul makin cepatgerakan
3.Media pendukung : Pori pori media bersifat filter.
4.Viscositas media: Semakin tinggi viscositas maka semakin lambat gerakan
5.Kekuatan medan listrik : Jika  tegangan listrik semakin besar maka migrasi cepat.
6.Endoosmosis yaitu gerakan berlawanan arah dalam media pendukung.
7.Kadar ion dalam dapar: Kadar ion rendah maka migrasi cepat
8.Suhu: suhu tinggi maka migrasi cepat.
6.Endoosmosis: yaitu gerakan berlawanan arah dalam media pendukung.
7.Kadar ion dalam dapar(Buffer): kadar ion rendah  migrasi cepat

Fraksi fraksi Serum Protein Elektroforesis dengan gel agarosa :
- Prealbumin
- Albumin
- Alfa 1 globulin
- Alfa 2 globulin
- Beta globulin
- Gama globulin
Fraksi fraksi protein terlihat berupa pita pita yang spesifik letaknya dan  pada densitometer berupa kurva.
Pola berdasarkan Pergerakan SPE :
-Prealbumin ; Fraksi protein yang bermigrasi palingdekat ke anoda.
-Albumin ;  Fraksi protein terbanyak, berfungsi mempertahankan tekananosmotik
-Alfa1 globulin
-Alfa 2 globulin.
-Beta1globulin.
-Beta 2 globulin.
-Gamma globulin; migrasi terdekat ke katoda

 Kurva  yang ditampilkan dari electroforesis gel


Gambar skema serum protein  elctroforesis yang normal



Reference Ranges :
Total protein = 6.0 - 8.0 g/dL
Albumin =3.8 - 5.0 g/dL
Perbandingan antara Albumin dengan Globulin =Albumin : globulin (A/G) ratio ;1.5:1 - 3.0:1


FRAKSI PROTEIN
Gram/dl
SI Unit
Gram/L
%
Albumin
3.8-5.0
38-50
56.0 – 65.6
Alpha-1 globulin
0.1-0.3
1-3
3.6 – 6.1
Alpha-2 globulin
0.6-1
6-10
7.3 – 12.0
Beta globulin
0.7-1.4
7-14
5.0 – 7.2 / 3.3 – 6.3 
Gamma globulin
0.7-1.6
7-16
10.4 – 17.2






VARIASI PATOLOGI TOTAL PROTEIN SERUM
Harga normal orang dewasa yang sehat ;  6,5  - 8,0 g/dl.  Meningkat sebanyak 3 ,0 g/dl di plasma 
Total protein bayi baru lahir tidak melebihi 4,0 – 6,0 g/dl,
Rasio albumin : globulin antara 1,2 - 1,8 pada anak-anak dan orang dewasa tidaklah berbeda.

 
VARIASI RASIO ALBUMIN/GLOBULIN
Rasio akan berbalik (kurang dari 1) ; albumin mengalami penurunan dan/atau globulin meningkat (contoh : sirosis).
Rasio menjadi lebih besar dari 2 ; Globulin menurun (contoh : hipoglobulinemia atau agammaglobulinemia).