SERUM PROTEIN ELECTROPHORESIS (SPE)
Electroforesis pertama kali dikenalkan oleh Tiselius,tahun 1930. selanjutnya berkembang untuk menentukan protein serum dan urine.
Elektroforese merupakan teknik pemisahan beradasarkan pergerakan molekul bermuatan dalam suatu medan listrik.dimana percepatan pergerakan molekul tergantung dari muatan, bentuk serta
ukuran.pemeriksaan yang berguna untuk pemisahan dan mengukur kadar makromolekul (protein)
Elektroforesis protein serum merupakan sejenis investigasi
untuk menganalisa atau menegaskan kondisi inflamasi atau infeksi yang tidak
diketahui klinisi.
Elektroforesis menjadi sarana penting untuk mendiagnosa dan
mengambil tindakan follow-up sejumlah penyakit akut, khususnya gammopati
monoklonal berat dan imunodefisiensi.
Gambar berikut ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk pemeriksaan SPE
Gambar berikut ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk pemeriksaan SPE
Komponen komponen Elektroforese :
- Dapar/Buffer
- Media gel agarosa
- Media selulosa asetat
- Power suply unit
- Pewarna Protein
- Densitometer
Power suply unit Menghasilkan energi pada kedua elektroda pergerakan dan pemisahan molekul protein.Tegangan dan besar arus dapat dikendalikan.
Pewarna Protein
Panceou red
amido black
Coomassie blue
Contoh hasil pewarnaan menggunakan cat amido black
DENSITOMETER
Alat pengukur kuantitas berdasarkan intensitas warna pita pada elektroforese, saat media pendukung
melalui sistem optik yang bekerja seperti fotometer
Prinsip Dasar Elektroforese
Tergantung pada :
A. Muatan partikel
B. Kecepatan migrasi.
A. Muatan :
Partikel bermuatan, dalam media pendukungnya, bila terpapar dengan medan listrik, akan bergerak kearah elektroda yang berlawanan. Molokul protein bersifat ampoter. Bila protein berada pada lingkungan pH dibawah titik isoelektrisnya maka protein akan bermuatan positip dan sebaliknya. Pada pH isoelektrik protein tidak bermuatan listrik atau muatannya nol
B. Kecepatan Migrasi.
Kecepatan migrasi protein tergantung pada :
1.Kekuatan medan listrik : Makin besar perbedaan muatan neto maka makin cepat gerakan.
2.Ukuran molekul : Makin kecil molekul makin cepatgerakan
3.Media pendukung : Pori pori media bersifat filter.
4.Viscositas media: Semakin tinggi viscositas maka semakin lambat gerakan
5.Kekuatan medan listrik : Jika tegangan listrik semakin besar maka migrasi cepat.
6.Endoosmosis yaitu gerakan berlawanan arah dalam media pendukung.
7.Kadar ion dalam dapar: Kadar ion rendah maka migrasi cepat
8.Suhu: suhu tinggi maka migrasi cepat.
6.Endoosmosis: yaitu gerakan berlawanan arah dalam media pendukung.
7.Kadar ion dalam dapar(Buffer): kadar ion rendah migrasi cepat
Fraksi fraksi Serum Protein Elektroforesis dengan gel agarosa :
- Prealbumin
- Albumin
- Alfa 1 globulin
- Alfa 2 globulin
- Beta globulin
- Gama globulin
Fraksi fraksi protein terlihat berupa pita pita yang spesifik letaknya dan pada densitometer berupa kurva.
Pola berdasarkan Pergerakan SPE :
-Prealbumin ; Fraksi protein yang bermigrasi palingdekat ke anoda.
-Albumin ; Fraksi protein terbanyak, berfungsi mempertahankan tekananosmotik
-Alfa1 globulin
-Alfa 2 globulin.
-Beta1globulin.
-Beta 2 globulin.
-Gamma globulin; migrasi terdekat ke katoda
Kurva yang ditampilkan dari electroforesis gel
Gambar skema serum protein elctroforesis yang normal
Reference Ranges :
Total protein = 6.0 - 8.0 g/dL
Albumin =3.8 - 5.0 g/dL
Perbandingan antara Albumin dengan Globulin =Albumin : globulin (A/G) ratio ;1.5:1 - 3.0:1
FRAKSI PROTEIN
|
Gram/dl
|
SI Unit
Gram/L
|
%
|
Albumin
|
3.8-5.0
|
38-50
|
56.0 – 65.6
|
Alpha-1 globulin
|
0.1-0.3
|
1-3
|
3.6 – 6.1
|
Alpha-2 globulin
|
0.6-1
|
6-10
|
7.3 – 12.0
|
Beta globulin
|
0.7-1.4
|
7-14
|
5.0 – 7.2 /
3.3 – 6.3
|
Gamma globulin
|
0.7-1.6
|
7-16
|
10.4 – 17.2
|
VARIASI PATOLOGI TOTAL PROTEIN
SERUM
Harga normal orang dewasa yang sehat ; 6,5 -
8,0 g/dl. Meningkat sebanyak 3 ,0 g/dl
di plasma
Total protein bayi baru lahir tidak melebihi 4,0 – 6,0 g/dl,
Rasio albumin : globulin antara 1,2 - 1,8 pada anak-anak dan
orang dewasa tidaklah berbeda.
VARIASI RASIO ALBUMIN/GLOBULIN
Rasio akan berbalik (kurang dari 1) ; albumin mengalami
penurunan dan/atau globulin meningkat (contoh : sirosis).
Rasio menjadi lebih besar dari 2 ; Globulin menurun (contoh : hipoglobulinemia
atau agammaglobulinemia).






0 komentar:
Posting Komentar